The New You dalam Aliran Pilar-Pilar Waktu

Untuk memahami siapa The New You, kita bisa mengumpamakannya sebagai orang yang tengah menjalani dua kegiatan sekaligus: membaca dan menulis. The New You adalah
orang yang membaca masa lalunya dan berusaha menemukan jejak-jejak dirinya di masa lalu, menemukan kembali mimpi-mimpi yang dulu pernah membuat hidupnya berwarna dan bergairah. Masa lalu adalah hal yang telah lewat. Namun kita bisa mengingat-ingat sekaligus merenungkannya.

Dan adalah hal yang menarik, bahwa di saat kita merangkai lagi kenangan kita, kita sebenarnya tidak sekadar menghadirkan kembali apa yang sudah hilang. Tapi kita pun memeriksa dan menilainya. Dengan demikian, merenungkan masa lalu bisa menjadi sarana bagi kita untuk menggali kembali makna hidup kita. Membaca kembali hari-hari yang telah kita lewati bisa saja membawakan kita hal-hal baru, yakni beragam makna yang
berguna untuk menjalani hari-hari yang masih kita punyai.

Yang menyebabkan orang tenggelam terlalu dalam di masa lalu adalah karena dia sekadar mengingat-ingat apa yang sudah lewat. Sekadar mengingat-ingat, tanpa merenungkan dan memberikan penilaian seperti apa hidup telah dijalani dan sebaiknya dijalani. Akibatnya, tak ada hal baru yang ia dapatkan tentang dirinya.

Tanpa kontemplasi ini, baik masa lalu yang menyakitkan maupun masa lalu yang membahagiakan akan bisa menjadi beban. Masa lalu yang menyakitkan bisa menjadi trauma yang membuat kita takut melangkah. Sementara masa lalu yang membahagiakan bisa menjadi nostalgia yang membalik orientasi hidup kita: bukannya menatap dan mencipta masa depan, kita justru ingin kembali ke masa silam.

Setelah membaca masa lalu dan berdamai dengannya, The New You akan siap menulis tentang dirinya di dalam buku kehidupan yang tengah ia jalani. Di dalam buku kehidupan, kita tidak menuliskan kisah kita menggunakan kertas dan pena. Melainkan, dengan keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan yang kita ambil, kita lakukan.

Tiap-tiap keputusan dan tindakan itulah yang akan memberi bentuk pada kisah hidup kita, memberi gambaran tentang diri kita. Dan karena kita sendirilah yang menjadi penulisnya, maka dalam menggubah kisah itu kita pun bisa menambah durasinya dengan episode-episode baru yang sesuai keinginan kita. Keberanian untuk menulis seperti ini, hanya dimiliki oleh pribadi The New You. Hal ini hanya mungkin jika kita tidak hanya telah berdamai dengan masa lalu, tapi juga peka dan terbuka terhadap situasi di sekeliling kita. Dengan kata lain, kita waspada terhadap masa kini kita.

The New You merupakan pribadi yang membaca masa lalu, menulis masa kini, dan ketika melakukan kedua-keduanya dia tahu masa depan macam apa yang dia inginkan. The New You punya mimpi yang jelas. Yang menarik, masa depan itu selalu siap untuk kita raih, tapi belum kita dapatkan. Dengan demikian, masa depan itu akan tetap ada selama kita menyadari bahwa ada sesuatu yang lebih yang masih mungkin untuk kita kejar. Sesuatu itulah yang kita namakan harapan.

Memelihara harapan bukanlah diam dan berangan-angan. Namun, memelihara harapan berarti “menulis” skenario masa depan. Karena dengan harapan kita rencanakan hal-hal baik yang ingin kita wujudkan. Dengan harapan kita mencari peluang untuk meningkatkan kualitas hidup kita sekarang.

Dengan konsep semacam ini, The New You sebenarnya tak bisa dibatasi. Siapa pun bisa menjadi The New You dalam dunianya masing-masing. Tak peduli apakah dia orang besar atau orang kecil, orang penting atau figuran, elit atau pekerja rendahan. Yang jadi soal bukan apa profesinya, tapi bagaimana seseorang itu menjalani kisah hidupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.