Observing the Present: Meramu Masa Kini

Kita hidup dalam sebuah situasi tertentu yang harus kita evaluasi agar bisa menyusun strategi dalam mengembangkan diri. Menghadapi masa kini berarti mengenali medan di mana kita tengah menapak agar bisa berjalan semakin dekat kepada mimpi-mimpi kita.

Analogikanlah hidup Anda sebagai sebuah perjalanan jauh. Selain ditentukan oleh rute yang telah ditempuh, langkah-langkah ke depan Anda juga akan dipengaruhi oleh situasi di sekeliling Anda pada saat ini. Kalau Anda berada di sebuah kota besar, Anda akan menanyakan kepada orang kendaraan umum apa yang tercepat untuk mencapai tujuan Anda selanjutnya. Kalau Anda berada di hutan, Anda akan membaca peta, arah mata angin, cuaca, waspada pada binatang liar, dan membawa berbagai perlengkapan agar bisa menembus medan yang sukar.

The New You adalah seseorang yang sadar penuh dengan kondisinya pada saat ini. Dan sadar akan kondisi berarti tak
hanya sadar akan dirinya, melainkan juga sadar akan banyak hal yang terjadi di sekelilingnya. Dengan kata lain, sadar akan kondisi berarti sadar siapa diri kita dan di lingkungan macam apa kita ada saat ini. Kondisi masa kini bisa jadi adalah kondisi yang tidak menyenangkan—kalau dalam analogi perjalanan di atas tadi, bisa jadi terjebak di lumpur, di tengah kemacetan,dan situasi-situasi lainnya. Tetapi pertama-tama, kita tak bisa menolak mentah-mentah sebuah situasi.

Memang, tak cukup satu-dua bekal untuk menghadapi dan meringkus masa kini. Berani mutlak perlu, sebab apabila tiba-tiba disergap oleh situasi yang tak kita harapkan, apa yang pertama-tama akan kita hadapi adalah bayangan-bayangan mengerikan—yang sebenarnya kita buat sendiri.

Masa depan, terkadang juga mengalihkan kita dari situasi nyata yang saat ini ada di sekitar kita. Kita perlu merencanakan masa depan dan mengarahkan diri kepadanya. Ini penting, supaya keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan yang kita ambil tidak serampangan. Namun, tanpa kepekaan pada masa kini, kita tak bisa berbuat apa-apa untuk masa depan. Karena kita telah mengabaikan banyak hal dan membiarkan mereka berlalu begitu saja. Dengan kata lain, tanpa keterbukaan kita pada situasi saat ini, masa depan tak lebih dari angan-angan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.