Lean Transformation Program The New You

Lean Transformation merupakan metodologi yang bekerja pada prinsip memaksimalkan nilai bagi pelanggan dan meminimalkan pemborosan sumber daya. Organisasi yang menggunakan lean secara terus menerus akan menghilangkan/mengurangi limbah dalam proses sekaligus meningkatkan nilai produk akhir mereka.

Tujuan Lean Transformation Program

Lean secara harfiah berarti ramping, lincah. Dalam hal proses produksi, Lean bermakna suatu proses menuju perfection (kesempurnaan), tanpa cacat, pas waktu, dan pas jumlah orang yang
bekerja. Sehingga tujuan utama dari Lean Transformation Program ini adalah: Kualitas Lebih Baik, Biaya Lebih Rendah, Lead Time Lebih Pendek, Fleksibilitas Lebih Besar, dan Penigkatan Produktivitas Kinerja Karyawan.

Pelaksanaan Lean Transformation Program

Bentuk Program : pelatihan & bimbingan
Tujuan : meningkatkan kualitas hasil produksi dan perbaikan kinerja
Cara : pelatihan intensif, training berkelanjutan dan program yang terukur
Target : peningkatan produksi, pengurungan jumlah aval (rejected product)
Fakta : program yang telah berjalan di salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi kantong plastik di daerah Karanganyar


Contoh kasus:

Berikut fakta tentang peningkatan Kualitas yang lebih baik di pabrik tersebut:

Peningkatan Hasil Produksi

TNYI memberikan pelatihan bagi para karyawan di divisi produksi, salah satu nya adalah operator dan SPV di bagian mesin HD yang memproduksi roll plastik yang merupakan bahan setengah jadi
sebelum diberikan kepada bagian mesin finishing. Setelah di training, dilakuan observasi pada salah satu sample masin HD yang menjadi objek pengamatan dimana para operator telah diajarkan tentang konsep Lean. Setelah dilakukan 1 bulan pengamatan, ternyata tejadi peningkatan yang cukup signifikan pada hasil produksi di mesin yang diamati tersebut. (data lengkap hasil peningkatan dapat dilihat di lampiran A)

Penurunan Jumlah Aval (Rejected Product)

Tidak hanya terjadi peningkatan pada hasil produksi saja, di mesin yang sama yang dilakukan pengamatan, juga terjadi penurunan jumlah aval yang signifikan. Aval merupakan bahan baku yang
tidak jadi karena disebabkan faktor mesin maupun human error. (data lengkap penurunan aval dapat dilihat di lampiran B)

Biaya Lebih Rendah

Perbaikan pada kualitas produksi sebagaimana penjelasan diatas, juga berpengaruh pada penghematan biaya atau memunculkan biaya yang lebih rendah dibanding biasanya. Sebagai contoh, penghematan terjadi pada biaya listrik, biaya tenaga kerja, dan biaya rework (yang terjadi akibat pengulangan produksi disebabkan terjadinya aval).

Lead Time Lebih Pendek

Lead time yang lebih pendek terjadi setelah menghilangkan pemborosan-pemborosan yang terjadi selama proses produksi. Pemborosan terjadi karena menggunakan waktu, sumberdaya dan tempat yang lebih banyak tetapi tidak memberikan nilai tambah. Indikasi pemborosan dapat ditelusuri sebagaimana gambar berikut:

Lead-Time

Fleksibilitas Lebih Besar

Setelah pemborosan dihilangkan/diminimalkan, maka akan berdampak pada lead time barang yang lebih pendek. Selain itu, eleminasi pemborosan juga menjadikan flesksibilitas yang lebih besar bagi pabrik dalam meningkatkan jumlah konsumen atau memperbanyak variasi produk. Yang dimaksud dengan fleksibel adalah keleluasaan perusahaan dalam mengatur dan merencanakan strategi perluasaan usaha maupun diversifikasi produk yang sesuai dengan kemampuan perusahaan sebagai akibat terjadinya penghematan dan penghilangan pemborosan.

Peningkatan Produktivitas Kinerja Karyawan

Lean juga memberikan dampak positif bagi peningkatan kinerja karyawan (people development) serta perbaikan budaya kerja organisasi (organizational culture improvement). Hal ini terjadi setelah diberikan training produktivitas kinerja dan Gugus Kendali Mutu (GKM) bagi seluruh karyawan di pabrik dengan tahapan-tahapan berikut:

Produktivitas-Karyawan

Beberapa testimoni karyawan setelah mengikuti training…

Berkurangnya kelalaian dalam bekerja karena operator merasa diamati (disampaikan oleh Andriyanto, Supervisor Mixing)

Peningkatan kesamaan persepsi terhadap urutan dan tanggungjawab pekerjaannya (disampaikan oleh
Yuliana, Operator Finishing)

Peningkatan ketelitian operator sehingga aval
yang ikut terbuang menjadi berkurang (disampaikan oleh Endang, Operator Finishing)

Meningkatnya kesadaran dan kepedulian operator terhadap kualitas (disampaikan oleh Budiyanto, Operator HD)

Munculnya kesadaran bahwa perusahaan harus berkembang agar karyawan dapat terus bekerja(disampaikan oleh Yulianto, Operator HD)

Leave a Reply

Your email address will not be published.