Krisis dan Resolusi: Kontemplasi Revolusi Diri

Ketika Anda terhenyak, merasakan adanya kegetiran dan kegelisahan, itu berarti pintu kebaruan diri Anda sebenarnya mulai terbuka. Persoalannya, apakah Anda mau melintasinya?
Jika Anda mengabaikannya, melakukan refreshing pura-pura lalu kembali begitu saja ke rutinitas yang monoton, berarti Anda menolak untuk berjumpa dengan diri sejati Anda. Jika Anda mulai menerima bahwa ketidaknyamanan itu ada dan memikirkan apa yang perlu dilakukan untuk mengatasinya, sebenarnya Anda sudah mengambil langkah besar pertama untuk menjadi The New You. Anda tidak lari! Anda tidak berpaling dari potensi dalam kehidupan yang mungkin Anda wujudkan!

Dunia yang sebenarnya tak seindah mimpi yang kita percayai sebagai kehidupan kita yang nyata. Meskipun demikian, Neo tetap mengambil pilihan nekat, memutuskan untuk bangun dari mimpinya dan menghadapi dunia nyata. Baginya, dunia dan diri kita pastilah tidak sebatas apa yang selama ini kita lihat.

Demikian pula dengan The New You. Adalah kebetulan yang menarik bahwa tokoh utama dalam film The Matrix pun bernama Neo, yang artinya “baru”. Dengan memilih pil merah, Neo telah menjadi pribadi yang baru. Ini berarti, The New You adalah pribadi yang berani keluar dari bayang-bayang masa lalu dan kemandekan-kemandekan masa kini, untuk melangkah dan merengkuh hal-hal baru. Dan lebih dari itu, sekalinya pribadi baru ini menelan pil merah, tak ada perlunya ia kembali pada dirinya yang lama.

Kalaupun The New You merenungkan masa lalunya, ia merenung untuk memperoleh cara pandang baru dalam menyikapi hidupnya saat ini. Jadi, The New You tidak menghidupkan masa lalu semata-mata demi nostalgia. Begitu menelan pil merah, pilihan yang paling masuk akal bagi seorang pribadi baru adalah selalu memperbarui dirinya. Selalu mengejar pencapaian-pencapaian yang lebih dari apa yang ia punyai saat ini.

The New You dimulai dengan ketidakpuasan terhadap diri sendiri. Tidak puas bukan berarti mengingkari atau tidak menerima apa-apa yang telah kita punya dan kita capai sampai saat ini. Tidak puas, berarti membuka diri pada kemungkinan bahwa kita masih bisa berkembang. Bahwa keadaan diri dan hidup kita saat ini masih bisa dibuat lebih baik lagi. Hal ini hanya mungkin jika kenyamanan yang lahir dari hidup yang “sudah jadi” dan “sudah berhenti” itu diusik oleh momen-momen seperti yang telah kita bicarakan sebelumnya. Tak perlu momen-momen besar, yang kecil-kecil pun bisa jadi eksistensial.

Dengan menyambut gugatan terhadap capaian-capaian hidup yang disodorkan oleh pagi yang hampa, berarti Anda mulai mencoba berpikir radikal tentang apa yang telah Anda jalani dan tata selama ini. Bisa jadi, pengulangan-pengulangan hidup yang monoton itu sudah menghabiskan separuh hidup Anda. Jangan-jangan, kita tak pernah benar-benar melakukan sesuatu yang berarti? Jangan-jangan, kita akan dilupakan segera setelah kita pergi? Jangan-jangan, kita hanya sebutir pasir yang keberadaannya tak pernah punya arti?

Inilah langkah pertama dan utama untuk menjadi The New You: tidak puas! Tidak berhenti! Tidak membiarkan diri menjelma menjadi batu! Berpuas diri akan segera mengembalikan kita ke dalam tabung Matrix, dengan segala keamanan sekaliguskepenatannya. Kita harus berani menghadapi dunia real kita. Jangan-jangan, pencapaian-pencapaian kita selama ini sebenarnya bukan apa-apa dan tidak mewakili diri sejati kita? Jangan-jangan, kita hanya menjadikan pencapaian-pencapaian
itu topeng agar selalu selamat tanpa harus menghadapi dunia nyata dengan gagah berani?

Leave a Reply

Your email address will not be published.